Waterfall model? apa sih yang kita ketahui
tentang waterfall? air terjun? *benar memang air terjun :D ... lalu apa
hubungannya dengan pemodelan sistem? *jelas ada hubungannya karena ya memang
bentuknya seperti air terjun yang dari tahap atas sampai tahap paling bawah
(minimalisasi) dari segi kebutuhan yang sudah terpenuhi artinya kebutuhan yang
tadinya maksimal menjadi minimal karena proses model waterfall ini ...
waterfall model ini bisa juga disebut "linear sequence model" atau
"classic life cycle", model ini sistem ini pertama kali di kenal pada
tahun 1970an *sudah kuno sekali ya? memang kuno ... namun jangan salah software
proses model ini merupakan model yang sering digunakan (populer) ....
Ciri khas
model waterfall ini yaitu dalam tahap rekayasa perangkat lunak nya harus
berurutan dari satu tahap ke tahap selanjutnya jadi tidak bisa melompati dari
tahap satu ke 2 tahap setelah nya ataupun sebelumnya, lalu memakan banyak biaya
dan waktu bila suatu sistem yang di kembangkan selalu melakukan perubahan dalam
sistemnya, maka dari itu model software proses ini biasa di gunakan oleh
development skala besar dan memakan waktu yang lama dalam proses pengerjaan
lalu jarang melakukan perubahan sistem maupun peningkatan versi ...
Waterfall
Model Refersnsi Sommerville
Pengertian Waterfall
Waterfall atau AIR terjun adalah model yang dikembangkan untuk pengembangan
perangkat lunak, membuat perangkat lunak. model berkembang secara
sistematis dari satu tahap ke tahap lain dalam mode seperti air terjun.
Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembangan software yang
sistematikdan sekuensial yang mulai dari tingkat kemajuan sistem pada seluruh
analisis, desain, kode, pengujian dan pemeliharaan. Model ini melingkupi
aktivitas-aktivitas sebgai berikut : rekayasa dan pemodelan sistem informasi,
analisis kebutuhan, desain, koding, mengujian dan pemeliharaan.
Model pengembangan ini bersifat linear dari tahap awal pengembangan system
yaitu tahap perencanaan sampai tahap akhir pengembangan system yaitu tahap
pemeliharaan. Tahapan berikutnya tidak akan dilaksanakan sebelum tahapan
sebelumnya selesai dilaksanakan dan tidak bisa kembali atau mengulang ke tahap
sebelumnya.
Tahapan atau fase model waterfall
Ini adalah gambar tahapan atau fase yang paling umum tentang model waterfall
Akan tetapi Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun
secara garis besar sama dengan tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya.
Berikut adalah Gambar dan penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam
model ini menurut Pressman:
1) System / Information Engineering and Modeling.
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang
akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat
software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti
hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.
2) Software Requirements Analysis. Proses
pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk
mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer
harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang
dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan
sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
3) Design. Proses ini digunakan untuk mengubah
kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint”
software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan
kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas
sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi
dari software.
4) Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin,
dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi
bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman
melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang
secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.
5) Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat
haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi
software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus
benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
6) Maintenance. Pemeliharaan suatu software
diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang
dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih
ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan
fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan
ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian
sistem operasi, atau perangkat lainnya.
Karakteristik
Dalam model ini terdapat beberapa sifat-sifat yang menojol dan cenderung
menjadi permasalahan pada model waterfall.
1) Ketika problem muncul, maka proses berhenti karena
tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Apabila
terdapat kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari
tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agarproblem
ini tidak muncul.
2) Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap
tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu
yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain
hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya.
Mengapa model ini sangat populer?
Selain karena pengaplikasian menggunakan model ini mudah, kelebihan dari
model ini adalah ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh,
eksplisit, dan benar di awal project, maka SE dapat berjalan dengan baik dan
tanpa masalah. Meskipun seringkali kebutuhan sistem tidak dapat didefinisikan
seeksplisit yang diinginkan, tetapi paling tidak, problem pada kebutuhan sistem
di awal project lebih ekonomis dalam hal uang (lebih murah), usaha, dan waktu
yang terbuang lebih sedikit jika dibandingkan problem yang muncul pada
tahap-tahap selanjutnya.
Meskipun demikian, karena model ini melakukan pendekatan secara urut /
sequential, maka ketika suatu tahap terhambat, tahap selanjutnya tidak dapat
dikerjakan dengan baik dan itu menjadi salah satu kekurangan dari model ini.
Kapan model waterfall di gunakan?????
Salah satu model tradisional dan mudah yang tahapannya mengalir satu arah
seperti air terjun adalah Waterfall
Model atau Linear Sequential Model. Pertanyaannya, kapan sebaiknya
model tersebut digunakan?
Teori-teori lama menyimpulkan ada beberapa hal, yaitu:
1) Ketika semua persyaratan sudah dipahami
dengan baik di awal pengembangan.
2) Definisi produk stabil dan tidak ada
perubahan saat pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal,
perubahan tujuan, perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu,
teknologi yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
3) Menghasilkan produk baru, atau versi baru
dari produk yang sudah ada. Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah
masuk incremental
development, yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall kemudian
diulang-ulang.
4) Porting produk yang sudah ada ke
dalam platform baru.
Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan
untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling
dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat keras dengan perangkat lunak
dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, galat diketahui saat
perangkat lunak dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi.
Tahap Pengembangan Waterfal
Tahap – tahap pengembangan waterfall model adalah :
1) Analisis dan definisi
persyaratan Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui
konsultasi dengan user.
2) Perancangan sistem dan perangkat lunak
Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3) Implementasi dan pengujian unit Perancangan
perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program.
4) Integrasi dan pengujian sistem Unit program
diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan
sitem telah terpenuhi
5) Operasi dan pemeliharaan Merupakan fase
siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup
koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan
pelayanan sistem.
Keuntungan Waterfall
Kualitas
dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya
secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
Document
pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus
terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
Metode ini
masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada
menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih
masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.
Kelemahan
Waterfall
Diperlukan
majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara
berulang sebelum terjadinya suatu produk.
Kesalahan
kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal
pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.
Pelanggan
sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat
mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.
Pelanggan
harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika tahap
desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan
waktu yang lama.
Pada
kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori.
Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.
Komentar
Posting Komentar